Keluarga, Keberagaman, Kebersamaan
Keberagaman adalah suatu realitas kehidupan kita, termasuk secara khusus dalam lingkup kerja. Keberagaman di lingkup kerja adalah berbagai perbedaan yang melekat pada diri individu, seperti: etnis, jenis kelamin, gender, orientasi seksual, agama, abilitas (Kemampuan dan kecakapan sebagai potensi yang bisa membedakan kualitas setiap individu)/disabilitas (penyandang cacat), nilai-nilai, etika, kemampuan, kebaikan, tingkat pendidikan dan kedudukan sebagai pejabat-staf.
Kebersamaan adalah suatu prakondisi atau prasyarat yang dibutuhkan agar suatu keberagaman itu dapat berfungsi secara positif dalam lingkup tertentu. Kebersamaan bukanlah suatu hubungan yang identik dengan selalu bersama secara fisik, melainkan bagaimana suatu hubungan yang dapat merapatkan hati dengan antar sesamanya karena hati itu sesuatu yang abstrak yang tidak bisa dinilai oleh panca indra biasa. Saling barbagi kebersamaan bisa kepada siapa saja, baik kepada teman, teman kerja, sahabat, keluarga, ataupun dengan kekasih. Banyak persoalan – persoalan / masala-masalah akan lebih mudah diselesaikan jika ada kebersamaan. Sebaliknya, bila kebersamaan terpecah belah akan pahit rasanya dan akan banyak pengorbanan yang dibutuhkan untuk memperbaikinya kembali.
Dalam menjalin suatu kebersamaan, pastinya kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu keutuhan persatuan dan kesatuan bersama yang menjadikan kekuatan dalam mewujudkan visi dan misi yang ingin dicapai. Hal ini mesti ada hubungan timbal balik, atau istilahnya Simbiosis Mutualisme, artinya hubungan antara kedua makhluk hidup yang saling berhubungan yang sama-sama diuntungkan karena adanya hubungan tersebut. Contoh: hubungan antara bunga dengan kupu-kupu. Kupu-kupu yang cantik suka hinggap di bunga yang indah. Kupu-kupu hinggap di bunga karena ia membutuhkan madu yang terdapat di bunga. Kupu-kupu diuntungkan karena menemukan bunga, begitu pula bunga diuntungkan juga karena kedatangan si kupu-kupu. Dengan adanya kupu-kupu bunga dibantu penyerbukannya.
Tidak ada seorangpun yang dapat hidup seorang diri tanpa membutuhkan orang lain. Orang yang ingin hidup seorang diri tanpa sesama baik teman, kenalan, tetangga atau saudara, tentu akan mengalami kesulitan. Kita membutuhkan sesama dalam hidup bersama. Tapi hidup bersama bukanlah hal yang mudah. Kadangkala teman, kenalan, tetangga bahkan saudara dapat berubah menjadi saingan atau lawan yang kita anggap mengancam posisi kita. Hubungan baik dapat berubah menjadi permusuhan, percekcokan dan perselisihan.
Demikianlah kehidupan orang yang telah percaya kepada Tuhan di manapun kita berada, bagaikan kumpulan alat musik yang beragam. Kita memiliki perbedaan dalam latar belakang, kedudukan, pemikiran, talenta dan sebagainya. Harus ada keserasian di antara kita agar tercipta irama dan harmoni untuk mencapai maksud dan kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Yang penting bukanlah kesamaan tetapi kebersamaan dalam keberagaman kita mewujudkan panggilan Allah atas hidup kita masing-masing. Biarlah masing-masing kita mejadi diri kita seutuhnya dan tidak harus menjadi orang lain.
Keberagaman ini membuat setiap individu memiliki keunikannya masing-masing karena karateristik merupakan cirri khas yang melekat kepada individu ataupun hal lainnya. Dalam masyarakat Indonesia dengan mudah ditemui adanya keragaman karateristik, contohnya keragaman agama, pekerjaan, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.
Keragaman karateristik tidak hanya terjadi dalam masyarakat, namun juga terjadi dalam lingkungan kerja dikantor. Keragaman suku di lingkungan kerja berpengaruh pada keberagaman agama, budaya, bahasa daerah, pakaian adat, dan lain lain
Kebersamaan
Kebersamaan adalah sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan atau persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi.
Sumber : dari berbagai sumber
Lansiran/editor : dens



Tidak ada komentar:
Posting Komentar